Fish

Sabtu, 17 Desember 2011

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENYIMAK



Ada beberapa faktor yang menentukan keefektifan serta kualitas menyimak, antara lain :
a)      Faktor fisik
b)      Faktor psikologis
c)      Faktor eksperiensial atau faktor pengalaman


A. Faktor fisik
      Kondisi fisik seseorang penyimak mungkin merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas menyimak. Ada orang yang  sukar sekali mendengar, dia mungkin saja terganggu serta serta dibingungkan oleh upaya yang dia lakukan untuk mendengar. Lingkungan fisik juga bertanggung jawab atas keefektifan menyimak seseorang. Ruangan yang terlalu panas, lembab, ataupun terlalu dingin, suara atau bunyi yang mengganggu, dan lain-lain.
      Di sekolah sang guru hendaklah dengan cermat dan teliti nenciptakan suatu lingkungan kelas yang tidak mendatangkan gangguan menyimak. Lebih jauh lagi, sang guru harus membantu anak didik nya memperoleh situasi yang menyenangkan serta cara penyajian belajar yang menarik hati, sehingga yang mereka simak benar-benar mereka pahami.

B. Faktor psikologis
      Faktor psikologis mencakup masalah-masalah:
a)      Prasangka dan kurangnya simpati terhadap pembicara
b)      Keasyikan terhadap minat-minat pribadi serta masalah-masalah pribadi
c)      Kepicika, kurang luas pandangan
d)      Kebosanan atau tiadanya perhatian pada subyek
e)      Sikap yang tidak layak terhadap sekolah, terhadap guru, terhadap subyek, terhadap pembicara.
Dalam hal inilah guru guru harus menampilkan fungsi bimbingannya dan mencoba memperbaiki kondisi-kondisi tersebut. Faktor-faktor psikologis mungkin pula sangat menguntungkan bagi penyimak. Misalnya, pengalaman-pengalaman masa lalu yang menyenangkan, kepandaian beraneka ragam, dan lain-lain.

C. Faktor pengalaman
            Latar belakang pengalaman merupakan suatu faktor penting dalam menyimak. Kosa kata menyimak juga turut mempengaruhi kualitas menyimak. Makna-makna yang yang dipancarkan kata-kata asing cenderung mengurangi serta menyingkirkan perhatian para siswa. Kosa kata menyimak cenderung berada atau ketinggalan di belakang kebutuha para siswa.
            Begitu banyak istilah teknis dan abstrak yabg diperkenalkan dalam pengembangan kurikulum sehingga anak tetap dipadati dengan pengertian kata-kata yang samar dan kurang lengkap mereka dengar dalam pelajaran-pelajaran mereka. Maka, tidak dapat disangkal bahwa sebagian besar dari pengajaran terbang begitu saja, tiada melekat dalam otak.

D. Kebiasaan jelek dalam menyimak
            Dr. Nichols mentimpulkan ada sepuluh kebiasaan jelek yang menentang atau berlawanan dengan menyimak, antara lain:
1)      Menyimak lompat tiga (Hop-skip-and-jump listening)
            Kata-kata orang berbicara dengan kecepatan kira-kira 125 kata per menit. Ada untungnya bila berpikir pun diukur pula dalam kata-kata per detik, sebab dengan demikian ternyata kebanyakan dari kita berpikir dengan kecepatan empat kali berbicaea tadi.
2)      Menyimak “daku dapat fakta” (I get the facts” listening)
Andaikata anda seorang penyimak yang baik, maka tentu anda menyimak ide-ide penting saja. Sebaiknya fakta-fakta yang disodorkan, diucapkan kepada anda, pertimbangkanlah hubungan satu dengan yang lain. Maka segera anda akan melihat dan memahami bahwa orang berbicara itu telah menghubungkan beberapa fakta untuk membentuk suatu ide pusat.


3)      Noda-noda ketulian emosional (Emosional deaf spots)
            Bagi kebanyakan kita, terdapat kata-kata dan frase-frase yang mengganggu atau membingungkan kita secara emosional. Kata-kata dan frase-frase tersebut mengganggu pendengaran atau penyimakan kita.
4)      Menyimak supersnsitif
Seandainya anda telah mengembangkan pendapat-pendapat atau prasangka-prasangka yang mendalam maka seorang yang berbicara kepada anda mungkin sekali tanpa disadari secara lisan menghina anda. Anda mencoba menginterupsi dia, anda merencanakan suatu pertanyaan yang memalukannya, atau anda mempertimbangkan suatu tangkisan atau bantahan yang menusuk hatinya.
5)      Menghindari penjelasan-penjelasan yang sulit
Anda akan mendapatkan diri sendiri tidak dapat luput dari menyimak suatu yang sulit, maka usaha untuk menghindari hal itu seolah-olah tidak akan ada gunanya dan anda tidak akan dapat menyimak secara efektif. Pemecahannya: simaklah baik-baik diskusi-diskusi mengenai subyek-subyek yang menuntun upaya untuk mamahami, mengerti, seperti dalam komentar-komentar radio atau diskusi-diskusi panel.
6)      Penolakan secara gegabah terhadap suatu subyek sebagai yang tidak menarik perhatian
Untuk memperbaiki kebiasaan menyimak yang jelek, disarankan kepada  kita  untuk mengadakan suatu pendekatan egois, mengingat kepentingan diri sendiri. Memang mungkin saja subyek tersebut tidak menarik perhatian, tetapi jangan dilupakan bahwa orang yang paling membosankan sekalipun biasanya memiliki beberapa ide yang baik yang hendak disajikannya.
7)      Mengkritik cara berpidato dan penampilan fisik sesesorang pembicara
Andaikan seseorang berhenti menceritakan kepada kita suatu yang akan menguntungkan kita. Kalau sepatunya jorok, seseorang yang bersepatu jorok, lusuh, tidak berkilat, dan berbicara pun telor pula, maka dia tidak akan dapat berbicara banyak. Orang tersebut mungkin saja memberi kita kunci atau jalan menuju keberhasilan hidup, tetapi sayangnya kita tidak mendengarkan, tidak menyimaknya.
8)      Perhatian pura-pura
Kita akan jarang sekali mengelabui orang yang berbicara, karena menyimak menuntut suatu pengeluaran tenaga yang diakui paling sedikit secara tidak sadar olehnya. Kita menipu diri sendiri keluar dari suatu kesempatan untuk belajar dari ap yang telah dikatakan. Oleh karena itu kita lebih baik berhenti dari kepura-puraan itu dan benar-banar menyimak yang dibicarakan oleh pembicara.





9)      Menyerah kepada gangguan
Kita hidup dalam abad yang riuh-rendah gangguan kebisingan peradaban mengelilingi kita. Kita terganggu bukan saja oleh apa-apa yang kita dengar, tetapi oleh apa-apa yang kita lihat. Penyimak yang baik akan berjuang manantang gangguan-gangguan ini.
           
10)  Menyimak dengan pensil dan kertas di tangan

Beberapa orang beranggapan bahwa cara belajar dari menyimak adalah dengan jalan membuat banyak catatan. Mereka jadinya terlibat dalam kegiatan fisik menulis. Kerap kali mereka mencoba membuat kerangka apa-apa yang telah diutarakan pembicara dan menjadi rangkuman yang berupa simbol-simbol dan angka-angka. Mereka lupa bahwa sementara itu mereka hanya setengah menyimak.


               
                E. Mengapa orang tidak menyimak ?
                        Ada berapa sebab membuat orang tidak menyimak, antara lain:
a)      Orang berada dalam keadaan capek.
b)      Orang berada dalam keadaan tergesa-gesa
c)      Orang berada dalam kebingungan

Golongan orang yang banyak menyimak pada diri sendiri sehingga tidak memiliki waktu mendengarkan atau menyimak orang lain:
1)      Tipe bunga karang (tipe penyerap)
2)      Tipe orang berdikari (menolak untuk menyimak)
3)      Tipe seniman ingatan (menolak untuk menyimak secara sadar)
4)      Tipe orang yang tergoda bukan oleh pribadi tertentu (mendapat informasi dari media)
5)      Estetikus gendang pendengaran (kicau burung serta keriuhan kota merupakan musik bagi perangkat penerima sensitifnya)
6)      Estetikus gendang pendengaran yang luar biasa (mendengar atau menyimak musik bukan untuk kesenangan atau kenikmatan)
7)      Peloncat senapan (sibuk dengan memikirkan jawaban-jawaban yang akan diajukan, sehingga tidak ada waktu untuk menyimak)



                                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar